PESAN SANG MALAIKAT

Anggap saja aku ini Sang Malaikat Pengantar Pesan
Yang senatiasa memperhatikanmu dari kejauhan

Kau boleh memanggilku dengan nama Jibril, Gabriel, Hermes, Kwan Im, terserahlah…
Kali ini aku kembali datang padamu demi menasehatimu, wahai Raja Bumi …

“Nikmat mana lagi yang tak kau dapat di muka Bumi ini, hingga kau begitu berharap pada Langit?”

Bukankah manusia memang selayaknya tinggal di Bumi?
Engkau tahu manusia diciptakan dari saripati Bumi
Air, tanah, hutan, daging, tulang, emas, bahkan udara pun telah menjadi milikmu.
Semuanya itu berasal dari Bumi

Aku pun tak dapat melarangmu untuk bermimpi, karena begitulah manusia …

Maafkan aku jika tak mengerti sifatmu, Maaf karena aku tidak diberikan nafsu oleh-Nya
Entah mengapa kau juga ingin menguasai Langit yang luas itu
Sedangkan kau pun tahu, hanya para dewa yang layak menghuninya,
Langit itu terlalu indah bagimu! SADARLAH … PIKIRKANLAH …!

Kau harus merasakan dingin yang amat sangat sebelum bisa menikmati pesona tirai magnetis solaris dari sinar Aurora
Kau akan kehilangan penglihatanmu hanya untuk menyaksikan gerhana matahari
Sungguh sebuah kekejaman dibalik keindahan yang berbinar

Langit itu laksana seorang Ratu… bahkan laksana Mahadewi nirwana dengan mahkota Tiara bertahtakan ribuan konstelasi yang menghiasi rambutnya,
Untuk mencumbunya, kau juga harus menjadi Mahadewa…

Cukup sudah …

Anggap aku malaikat yang banyak omong kosong, cerewet, sok tahu, terserahlah…

Pesanku,
“Bukan dirimu yang tidak sempurna untuk Langit, melainkan kau sudah cukup sempurna bagi Bumi.

Bukan Bumi yang tidak sempurna untukmu, melainkan bagaimana dirimu menyempurnakan Bumi yang tidak sempurna ini”
Selepas kepergianku, akankah kau masih begitu mengharapkan Langit?

Makassar, VII – III ­– MMIX ; 02.03 am

oleh DICK FROZZY

http://www.dick-frozzy.co.nr

2 Comments

  1. Pendekar Kelana says:

    manusia itu …adalah manusia

    kalau dia puas ….
    bukan manusia namanya

    yang pasti ..jangan mau terjebak oleh angan-angan kosong
    kita sering

  2. Pendekar Kelana says:

    maksudku ..
    kita sering terjebak oleh angan dan bayang akan kebahagiaan yang berasal dari kebendaan …padahal semua itu palsu adanya..semu

    hal inilah yang menjadikan kita kecewa ketika harapan kita tidak terlaksana

    maka dari itu jangan mau diikat oleh kebendaan duniawi yang tidak kekal adanya

Leave a Reply