Gemuruh Badai (3)
Chapter 3 : Unicmelancholic
Redakan badai hatiku …
Karena aku terdepak dari peradaban
Dan terhempas bersama debu zaman
Masih melembut warna pelangi itu
Takkala hujan beranjak hentikan guyurannya yang mengaliri sawah para petani ….
Mengguncang perahu nelayan di samudera sana , membasahi permadani hijau dan biru
Atau menembus atap genting para gelandangan.
Argumentasi tak juga mencerahkan ,
Serangkaian metode , teori ,diktat , dan kuliah yang menjemukan
Aku butuh penjelasan ……maka jelaskanlah !
Deru mesin – mesin pabrik yang berdesing dan bising
Menggambarkan sebuah dramaturgi yang kumuh dan dekil,
Namun dibungkus rapi dengan kertas kado dan pita merah jambu
Kita mungkin tak pernah tahu , atau sekedar ingin tahu
Berapa tetesan keringat yang mengaliri pabrik – pabrik itu
Atau ….
Berapa tetesan darah yang mengaliri mesin pabrik
Karena kita dicekoki distro , dan facebook
Aku butuh penjelasan ……maka jelaskanlah ! wahai cukong-cukong laknat yang berdasi dan berperut buncit .
Di lain waktu juga ku saksikan
Entah mimpi atau apapun
Kusaksikan ….tubuh-tubuh ringkih memaksakan langkah yang terseok
Demi sepiring nasi basi dan sepotong ikan asin
Aku butuh penjelasan ……maka jelaskanlah !
Atau kalian sudah lupa …?
Ya.., lupa karena sang ajudan belum lagi membuat konsep pidatonya buat kalian baca didepan kami ,tak pelak lagi nyata sudah kutu busuk yang menggerogoti naluri kalian, wahai cukong – laknat
Sahabat ….
Menyaksikan ironi dibawah panji metropolis ….
Membuat dada meletup-letup bak magma
Bergemuruh dan riuh rendah
Bagai auman singa lapar
Kemudian pula ….disana ada bingkai yang penuh diisi :
Modernitas
Hot-pants
Bikini
Tanktop
Baby-doll –dress
Distro …
Kalian sebut semua itu industri , buat kami itu Cuma sampah daur ulang
Yang kalian bungkus kertas kado dan pita merah jambu
Kelaparan…
Kemiskinan …..
Prostitusi
Aborsi
Striptease….
Homo
Lesbian
Lalu ada aku yang patah hati …..
Lagi ….masih ada daun ganja dan narkotika
Kalian sembunyikan dibalik safari dan ujung dasi kalian
Lalu kalian sumpal mulut si kuli tinta ….lembaran uang
“ marilah kita bekerjasama , beritanya gak usah dimuat yaa? Ini ada sedikit oleh-oleh
Anggap saja uang rokok ..
Lalu dengan senyum lebar ….
Kau berjalan meninggalkan goresan jijik dijiwa kami
Kalian sumpal mulut kami
Tapi bukan hati kami
Kalian kerangkeng jiwa kami
Tapi bukan pikiran kami
Kami masih lagi bebas melenggang
Layaknya burung laying-layang
Masih lagi cemerlang layaknya gemintang
Sejarah kami akan dicatat dengan tinta emas
Sementara kamu ……
Akan ditulis dengan darah dan airmata
Kami akan dikenang sebagai pahlawan
Dielu-elukan laksana kstaria perang
Sementar kamu ….
Masih lagi akan dicemooh dan diludahi sepanjang zaman
Kebenaran akan tetap jadi benar
Walau kau hapus ingatan kami
Maka diamlah !
Simpan saja lembaran itu dengan untuk peti mati dan pemakanmu
Toh ….kanker dan lever sudah lagi bersarang di tubuh buncitmu ?
Nah…..tuh lihat !
Malaikat elmaut sudah memberi salam hormat padamu ?
ditulis oleh : dody “ukie” kurniawan


dari malaikat dan iblis : “berbuatlah untuk kata-katamu…”