Gemuruh Badai (1)

Chapter I : Jiwa yang Perkasa

Redakan badai hatiku …
Karena aku terdepak dari peradaban
Dan terhempas bersama debu zaman

Gemintang masih lagi berhamburan dalam permadani malam

Sementara rongga dadaku masih lagi bergemuruh
Meneriakkan kekesalanku pada zaman ……

Lihatlah aku hei …matahari….
Aku masih menggapai-gapai ke angkasa raya

Mencoba – coba menyentuh rembulan dan cakrawala

Yaa….
Janganlah kau berharap akan menemuinya
Tidaklah kau sanggup meruntuhkan tekadku

Wahai …engkau jari jemari takdir

Boleh saja kau buat si hartawan kegirangan karena hartanya yang melimpah
Atau ..kau buat si miskin meringkuk di sudut jalan , sembari menadahkan tangan mohon belas kasihan

Toh …itu yang kau goreskan untuk jiwa-jiwa yang lemah
Untuk mereka-mereka yang kalah oleh kerikil yang kau lontar

Tetapi aku ….
Aku ibarat Prajurit api yang tak tertandingi
Tak satu kerikil yang kau lontarkan menyentuh zirah keyakinanku

Aku akan melawan kehendakmu wahai takdir ………..

1 Comment

  1. ranes says:

    melawan takdir..
    mantap itu

Leave a Reply