Benarkah Kita Telah Menjadi Mahasiswa …?

(Didedikasikan untuk semua mahasiswa baru 2008 khususnya Mahasiswa Komunikasi angkatan 08 -EXCIST -08, mari sama-sama berjuang merebut kehormatan kita kembali)

Apakah kita telah jadi Mahasiswa ? , Mahasiswa adalah sebuah title sederhana yang sesungguhnya mahaberat untuk kita pikul , kita yang notabene berasal dari latar belakang yang beragam, teman-teman…. kini kita tengah berada dalam suatu ranah yang katanya intelek,kritis,dewasa dan penuh kejutan ,kita diakui ataupun tidak sedang berada dalam suatu pergolakan batin , betapa tidak .., ada nilai-nilai yang bersinggungan yaitu nilai-nilai yang kita bawa dari lingkungan dan nilai-nilai dari lingkungan kampus , ini pun bukan tidak mungkin akan memunculkan multi persepsi yang berujung pada bergesernya nilai-nilai dalam benak kita sebelumnya , dengan nilai-nilai dari lingkungan kampus , atau malah mungkin lingkungan kampuslah yang melakukan sebuah rekonstruksi total terhadap pondasi nilai-nilai yang telah di otak kita sebelumnya .

Menyandang gelar sebagai “Mahasiswa” tidaklah cukup melalui suatu legitimasi yang diberikan publik, lembaga akademik ,ataupun badan atau lembaga kemahasiswaan , status ini tidaklah cukup pantas diperoleh hanya dengan serangkaian prosesi pengkaderan dan penyambutan , ataupun ketika kita sama-sama mengenakan seragam putih-hitam dengan kepala plontos , atau ketika nama kita terpampang di Koran atau daftar absen perkuliahan . bahkan kartu mahasiswa pun belum dapat dijadikan jaminan bahwa kita pantas memperoleh sebutan  tersebut .

Saudaraku …..
Menyandang status sebagai seorang mahasiswa adalah sebuah momen dimana kita dengan utuh memperoleh pengakuan serta legitimasi kampus , bahkan publik sebagai individu yang cerdas , berkompeten , dan berkualitas baik mental maupun spiritual , tidak cukup sampai disitu dengan adanya legitimasi tersebut justru menuntut sebuah perwujudan konkrit agar ia dapat dipertanggungjawabkan …….

Dan ketika kita gagal membuktikannya maka kita telah mencoreng gelar mahasiswa yang telah kita sandang . kita telah mengecewakan mereka , walaupun mungkin pada akhirnya kita berhasil selesai tepat waktu dengan cum laude  namun pada hakikatnya kita telah gagal menjadi mahasiswa karena kita tidak berhasil membuktikan bahwa kita layak menjadi bagian dari kampus ini . ingat saudaraku …. Gelar sarjana yang kita peroleh tidaklah mampu menjadi jaminan akan kualitas mental dan spiritual , ia mungkin dapat menjadi rujukan dalam ranah pengetahuan yang kita pahami …, namun ia tidak menjamin kita memiliki soft skill dan taste of humanity .

Sungguh ironis ketika kita kini tidak lagi begitu peduli dengan  semua itu .., kita merasa telah jadi mahasiswa ketika kita telah mengikuti PMB , dan serangkaian tetek bengek yang bersifat ceremonial belaka , ketika budaya hedonis menyerang otak kita jadilah kita generasi yang mengalami disfungsi otak dan hati nurani. Sadar atau tidak sadar kita tengah mencoreng legitimasi sebagai seorang mahasiswa .

Saudara-saudaraku

Tidakkah kita malu ….?

Ketika tindak kekerasan , pengerusakan fasilitas umum selalu didentikkan dengan mahasiswa ,padahal sebelumnya publik telah mencap kita sebagai generasi intelektual yang cerdas dan berwawasan luas . toh , kita dengan santainya dan bahkan dengan bangganya mengenakan jaket almamater tanpa pernah menyadari kita telah mencorengnya . bahkan idiom “jangan berkelahi seperti mahasiswa “ menjadi populer di dalam kehidupan sehari-hari

Mereka menilai dari apa yang mereka lihat , toh itu hak mereka dan kita tidak memiliki kapasitas untuk melarang , bukannya sampai detik inipun kita masih larut dengan kebanggan kita sebagai MAHASISWA, kita masih larut dengan menghabiskan waktu di tempat hiburan malam , menonton film di bioskop , nongkrong di Kafe ataupun melakukan hal lain yang jauh lebih “menyenangkan “daripada berpikir tentang hal-hal yang “berat “ hidup ini kan untuk dinikmati,jangan usillah , nggak perlu mikirin kaya gituan mendingan kita santai iya nggak ?

Saudaraku ….

Seterpuruk inikah citra kita kini sebagai mahasiswa ?
Masihkah kita akan tinggal diam ? tidakkah kita tergerak untuk membuktikan pada mereka bahwa kita pantas disebut “mahasiswa” generasi dengan prbadi yang cerdas dan kritis . kita ini bukanlah tong sampah yang setiap saat hanya menampung cacian dan makian bahkan terkadang sumpah serapah dari mereka , inilah saatnya kita bangkit melawan dan mengangkat senjata lewat karya nyata ….berkarya dan teruslah berkarya saudaraku ……agar mereka sadar bahwa kita ini merupakan bagian dari sejarah bangsa yang kelak akan menorehkan tinta emas pada lembar sejarah yang gemilang mari kikis segala perbedaan , saling rangkul , bahu membahu demi tegaknya legitimasi kita sebagai insan-insan intelektual .

Berjuanglah saudaraku …..
Mumpung pagi masih panjang ….

Sebelum matahari  benar-benar terbenam di kampus kita

( Ditulis Oleh : Dodi “Ukie” KurniawanMahasiswa )

11 Comments

  1. exist says:

    keren…tawwa.

    tapi ada juga di blognya exist beberapa bulan yang lalu…

  2. chinatsu says:

    keren tulisannya,..
    ini mi kayaknya mahasiswa betulan.

  3. Mahasiswa itu citra!! menurutku dia tidak mempengaruhi eksistensi kita secara langsung.. karena setahuku citra itu sepenuhnya palsu.. dia bagian dari ilusi yang tersematkan jauh dibawah alam sadar kita.. entah dengan maksud apa..
    kenapa musti dipersoalkan yang mana itu mahasiswa yang mana bukan?? sejak kapan ada standar dan defenisi tertentu mengenai mahasiswa?? termasuk standarisasi tentang mahasiswa yang baik dan yang tidak baik?? bagaimana caranya moral yang tidak materil itu bisa diukur?? menurutku institusi yang kita tempati sekarang ini tidak lebih dari simulakrum(tempat kita bersimulasi). karenanya apa pun kegiatan yang kita lakukan didalamnya hanya berupa simulasi semu. yang namanya simulasi itu sarat dengan kepalsuan.. bukan begitu??? tidak lantas dengan menjadi mahasiswa kamu punya tanggung jawab besar, apalagi menjadikan status kemahasiswaanmu menjadi sakral. termasuk menjadikan almamatermu sebagai berhala yang patut untuk kau puja-puja. hidupmi saja untuk hidupmu.. janganmi untuk berhalamu!!

    cukup!!

  4. dwi says:

    apapun perbedaan pendapat teman-teman, setidaknya teman-teman sudah mau menulis dan berdiskusi. terus lakukan laku dialektika ini yang kian memudar di sudut-sudut kampus.

  5. ranes says:

    setuju dwi…
    setidaknya itu mi yang kita banggakan menjadi mahasiswa, mahasiswa yang menulis

  6. G says:

    saya pernah baca buku waktu saya dulu masih berstatus mahasiswa. buku itu juga banyak dibaca oleh teman-teman. dalam sebuah halaman buku itu tercetak, kata mahasiswa. ada yang pakai M (kapital) dan ada yang pakai m (kecil). dalam penjelannya ada perbedaan anatara M dan m di awal penulisan mahasiswa. mungkin adik-adik mahsiswa bisa mencari buku itu bila sempat dan membaca perbedaannya. anda masuk dalam kategori yang mana, M or m

  7. Mahasiswa kampus lain says:

    Keren sekali tulisannya. Tapi mohon dijelaskan lebih detail apa langkah real nya untuk mendapatkan status/citra mahasiswa yang layak menurut penulis.

    Terus terang saya masih bingung, apa yang harus saya lakukan untuk merubah citra “mahasiswa” yang sudah saya sandang semenjak lulus dari tes-tes yang dilakukan ole pihak Kampus menjadi citra “mahasiswa” yang penulis maksud di atas.

    Apakah saya harus meninggalkan kebiasaan nonton bioskop ku setiap malam??

    Lalu ketika saya sudah tinggalkan, siapa yang akan meninjau ulang citra mahasiswa saya??

    Siapa juga yang akan meresmikan citra “baru” saya sebagai mahasiswa setelah saya tinggalkan kebiasaan nonton bioskop saya??

    Mohon pencerahannya.
    —————————-

    Selipan :

    (sepertinya referensi dari kawan G bagus tuh, kalo boleh tau,dimana bisa mendapatkan buku tersebut??)

  8. anak SMA yang masih ranum.... says:

    ah kakak2 bisa aja…

    semua pendapat kakak menurutku bagus dan menambah pengetahuanku yg sedikit dangkal ini…

    tapi ada sesuatu yg sedikit mengganjal d kepalaku ini kakak…
    kenapa yah kakak tetap membela diri sebagai mahasiswa…(khusus bwt penulis nah)

    kalo menurut pmikiranku yg dangkal ini ato masih awam ini…
    mw hebat ato tdknya Mahasiswa itu…sekali lagi hanya masyarakat yg melakukan penilaiannya sendiri…
    sa juga nda’ tau yg manakah dikatakan perlawanan itu…
    mslhnya yg selalu terngiang d telingaku ketika para mahasiswa melakukan perlawanan, demo ato apakah nama biasanya itu…
    hanya kata “ah ini mahasiswa bikin susah saja orang”
    trus ada juga yg biasa sa dgr “kyk tong bisako lawan itu birokrasi”
    ato org2 yg money oriented (supir pete2).. “trhambatmi sedeng cari uangta, betul2 ini mahasiswa”

    aduh……

    pusing awak…
    mw gimana yah?

    mw jadi Mahasiswa, apa jadi “manusia” yah?

    *_*

  9. mau dong dibilang fatalis (penggemar anak SMA yang masih ranum... ) says:

    oi
    saya tahu siapa itu anak sma di atas….
    hubungi aku donk….

  10. mahasiswi luar Mks says:

    saya juga penggemar anak SMA yang masih ranum loh..

  11. awangawang says:

    kita tak sedang jadi mahasiswa,kita sedang mencoba jadi tuhan….

Leave a Reply