Seorang Pemimpin Tidak Harus Jadi Presiden

Sang Presiden menginjakkan kaki di Universitas Hasanuddin Rabu (10/06). Hartono, sang Presiden dalam film Capres (Calo Presiden), yang diperankan oleh Dwi Sasono merupakan sosok pria lugu yang awalnya hanya bekerja sebagai  karyawan Office Boy kemudian ditemukan oleh calo presiden untuk  dibentuk karakternya hingga menjadi presiden yang punya wibawa dan jiwa pemimpin. Banyak rintangan yang dihadapinya untuk akhirnya menjadi presiden termasuk pergolakan batin melihat realita perpolitikan yang tidak sehat dan jauh dari bayangannya. Dwi, sapaan akrabnya memberikan tanggapan bagaimana penggambaran politik Indonesia saat ini dalam film Capres kepada wartawan Kampus Merah, Dewi Yanti saat ditemui di rumah makan Wong Solo.

Dwi Sasono di Warung Makan Wong Solo, Makassar.  (Ewi)

Dwi Sasono di Warung Makan Wong Solo, Makassar. (Ewi)

Apakah ini adalah film pertama Anda dengan tema politik?
Capres merupakan film ke-13 saya dan film kedua Saya yang bertemakan politik. Sebelumnya saya main film Wakil Rakyat, filmnya Monthy Tiwa, yang skalanya lebih kecil untuk pemilihan anggota legislatif sedangkan Capres bercerita tentang pemilihan presiden. Di film Wakil Rakyat Saya hanya sebagai wakil ketua partai sedangkan pemeran utama adalah Tora Sudiro.

Kenapa Anda mau menerima peran dalam fimnya Toto Hoedi ini?
Karena setiap film Saya baca dulu naskahnya. Kalau Saya suka, saya mau kerjasama dan ketemu dulu dengan sutradaranya, Toto Hoedi, untuk ngobrol mengenai visi dan misi filmmya dia mau seperti apa. Okay Saya suka dan Saya terima.

Apakah fim ini ada hubungannya dengan Pilpres Juli 2009?
Kebetulan ini merupakan suatu momen yang pas walaupun persiapan film Capres dari tahun 2007 dan kita juga mengejar untuk pemilihan presiden. Film ini dapat membatu orang yang akan ikut memilih pada pilpres nanti karena mereka dapat gambaran agar nantinya tidak salah pilih. Kita memang harus memilih dengan hati nurani kita. Harapan kita agar pemilu berjalan dengan damai. Film ini tidak mengangkat dari partai manapun tetapi murni dari hati kita tentang masyarakat.

Apakah ada niat untuk terjun di dunia politik seperti fenomena kebanyakan artis yang menjadi caleg?
Saya tidak mau jadi seorang pemimpin seperti presiden. Itu urusan mereka, mereka merasa siap dan pantas untuk menjadi anggota dewan. Menurut saya dalam keluarga saja saya sudah jadi pemimpin sebagai kepala keluarga walaupun dalam skala lebih kecil. Saya lebih mencintai pekerjaan saya sebagai aktor atau seniman.

Seandainya ada tawaran untuk menjadi calon legislatif?
Saya pikir-pikir dulu. Apapun pekerjaan itu menurut Saya sama saja tergantung bagaimana kita menjalani dan mencintai pekerjaan kita. Cintailah  pekerjaan Anda maka pekerjaan tersebut akan mencintai Anda.

Bagimana pendapat Mas Dwi dengan ikut bermainnya orang-orang politik seperti Jusuf Kalla. Angelina Sondakh dan Andi Mallarangeng dalam film Capres?
Saya dan mereka tidak bermain dalam satu frame tetapi bagi Saya mereka dapat memotivasi Saya. Saya dalam film Capres ceritanya masuk rumah sakit karena kecelakaan dan mereka memberi dukungan lewat media massa. Awalnya saya mau mundur dalam pencapresan karena telah banyak berkorban. Saya korbankan perasaan dan pacar saya, Happy Salma. (dalam film Capres.red), Saya selalu ingat pesan bapak Saya kalau Saya bisa jadi pemimpin melalui tiga tahap. Pertama, harus siap melayani, kedua jadi pemimpin yang baik dan ketiga, ada kembarannya.

Apakah karakteristik pemimpin seperti presiden harus dibentuk melalui calo?
Untuk menjadi bapak Negara, panutan semua rakyat Indonesia. Dia harus menjadi contoh bagi masyarakat dan bagi generasi muda. Sang Presiden harus menjadi suri tauladan dari caranya berbicara, bersikap, perilakunya dan bagaimana dia membawa negara.

Tanggapan mengenai semakin banyaknya film-film yang bermunculan?
Kita lihat film semakin banyak. Ini merupakan hal yang positif. Walaupun diantaranya banyak yang masih baru tetapi mereka mau belajar. Ini kan merupakan suatu proses untuk menjadi yang lebih baik. Saya awalnya juga seperti itu, tetapi karena mau belajar dan sudah banyak jam terbang jadi Saya bisa seperti sekarang ini.*

Nama    : Dwi Sasono
Tempat/tgl lahir    : Surabaya, 30 Maret 1980
Hobby    : Surfing dan Traveling
Film    :

  • Mendadak Dangdut
  • Mengejar Mas-Mas
  • Pocong 1
  • Pocong 2
  • Drop Out (DO)
  • Under The Tree
  • Prupadi
  • Kata Maaf Terakhir
  • Jamila dan Sang Presiden
  • Capres

(ewi)

Leave a Reply