“Capres” Cermin perpolitikan Indonesia

Kampus Merah – Mks. Dunia perfilman Indonesia akhir-kahir ini dimeriahkan dengan hadirnya beberapa film yang bertema politik, sebutlah misalnya “Queen Bee” yang diproduksi oleh Million Picture, kemudian film komedi “Wakil Rakyat” yang digandeng produser Chand Parwez, kemudian menyusul film yang dipersembahkan oleh Republik Mimpi the Movie yaitu Capres “Calo Presiden”. Capres hadir sebagai film pendidikan yang dikemas secara komedi, menghadirkan realitas perpolitikan Indonesia yang juga mengkritik tajam para penghuni-penghuni di Senayan, Hal ini diungkapkan Mr. Sanjay selaku produser dari film ini, pada promo tour kemarin yang diadakan di Makassar. Dilanjutkannya lagi bahwa Calo Presiden merupakan cermin politik di Indonesia, yang berarti bahwa di Indonesia sekarang ini semuanya adalah ladang Calo, tidak terkecuali pada presiden di Indonesia. Film ini juga secara khusus dipersembahkan untuk calon presiden Indonesia pada tahun 2014 nanti.
Dalam rangka promo tour ke beberapa kota di Indonesia, film Capres atau Calo presiden yang resmi dilaunching di bioskop pada taggal 04 Juni 2009, dan kali ini Makassar menjadi tempat promo tour film ini.
Tidak tanggung-tanggung, promo tournya diadakan di Universitas Hasanuddin yang bekerjasama dengan Kosmik (Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi) pada Rabu (10/06). Sesuai dengan jadwal yang direncanakan, acara dibuka tepat pada pukul 10.00 Wita oleh MC (Indra dan Ote) yang juga disediakan oleh Kosmik.

Cuaca panas di sekitaran lapangan parkiran rektorat Unhas yang menjadi tempat diadakannya Meet & Greet film Capres ini, menjadi kurang menyengat ketika bintang tamu yang dinantikan telah tiba memeriahkan acara tepat pada pukul 11.00. Bintang tamu yang memeriahkan acara ini adalah bintang utama dari film ini sendiri yaitu, Dwi Sasono yang ditemani beberapa pemain lainnya, yaitu Sujiwo Tedjo, Johan dan Josapulete.
Yang istimewa dari Meet & Greet ini, adalah produser dari film ini juga ikut hadir yaitu Mr. Sanjay. Sehingga beberapa penonton antusias melemparkan kritikan tajam bahwa film ini hadir hanya karena mementingkan corporate atau bisnis, tidak seperti yang dicanangkan selama ini bahwa film ini hadir sebagai kritik halus pada perpolitikan Indonesia. Kritikan dan sanjungan terhadap film ini menjadi hal yang menghidupkan acara yang disponsori oleh polpen Standard ini. Acara juga semakin meriah karena diadakannya games dan bagi-bagi hadiah oleh bintang tamu yang hadir.
Namun beberapa penonton yang hadir menjadi kecewa ketika bintang tamu yang dijanjikan hadir yaitu Happy Salma dan Catherine Wilson hingga akhir acara tidak kunjung hadir ke panggung. Hal ini setelah dikonfirmasi pada pihak penyelenggara menerangkan bahwa Happy Salma dan Catherine Wilson tengah melakukan perjalanan ke Singapura, sehingga berhalangan hadir. Kekecewaan penonton, tergantikan dengan kehadiran Ajeng yang menjadi pengisi soundtrack dari film yang disutradarai oleh Toto Hoedy ini. Dan mewarnai acara dengan menyanyikan sebait lagunya pada menjelang akhir acara, dan nampaknya Sujiwo Tedjo juga tidak mau kalah, Ia juga membawakan pidato Soekarno dengan lantang yang menjadi salah satu bagian adegan dalam film ini. Pidato Sujiwo Tedjo mendapat sambutan tepuk tangan dari penonton yang hadir, seolah ingin membangkitkan jiwa nasionalisme yang telah lama tidak mendapat perhatian khusus dari masyarakat Indonesia, khususnya Mahasiswa.
Pukul 13.00, acara ditutup dengan foto bersama fans. Kemudian para bintang film Capres bertolak ke Ramayana M-Toz yang juga menjadi salah satu tempat promo tour di Makassar. (nd)


ndak apa apa nendenk…
yang penting ngumpul