PESAN SANG MALAIKAT
Sastra | Andhika Fachrozi | July 23, 2009 at 13:44
Anggap saja aku ini Sang Malaikat Pengantar Pesan
Yang senatiasa memperhatikanmu dari kejauhan
Kau boleh memanggilku dengan nama Jibril, Gabriel, Hermes, Kwan Im, terserahlah…
Kali ini aku kembali datang padamu demi menasehatimu, wahai Raja Bumi …
“Nikmat mana lagi yang tak kau dapat di muka Bumi ini, hingga kau begitu berharap pada Langit?”
Bukankah manusia memang selayaknya tinggal di Bumi?
Engkau tahu manusia diciptakan dari saripati Bumi
Air, tanah, hutan, daging, tulang, emas, bahkan udara pun telah menjadi milikmu.
Semuanya itu berasal dari Bumi
Aku pun tak dapat melarangmu untuk bermimpi, karena begitulah manusia …
Maafkan aku jika tak mengerti sifatmu, Maaf karena aku tidak diberikan nafsu oleh-Nya
Entah mengapa kau juga ingin menguasai Langit yang luas itu
Sedangkan kau pun tahu, hanya para dewa yang layak menghuninya,
Langit itu terlalu indah bagimu! SADARLAH … PIKIRKANLAH …!
Kau harus merasakan dingin yang amat sangat sebelum bisa menikmati pesona tirai magnetis solaris dari sinar Aurora
Kau akan kehilangan penglihatanmu hanya untuk menyaksikan gerhana matahari
Sungguh sebuah kekejaman dibalik keindahan yang berbinar
Langit itu laksana seorang Ratu… bahkan laksana Mahadewi nirwana dengan mahkota Tiara bertahtakan ribuan konstelasi yang menghiasi rambutnya,
Untuk mencumbunya, kau juga harus menjadi Mahadewa…
Cukup sudah …
Anggap aku malaikat yang banyak omong kosong, cerewet, sok tahu, terserahlah…
Pesanku,
“Bukan dirimu yang tidak sempurna untuk Langit, melainkan kau sudah cukup sempurna bagi Bumi.
Bukan Bumi yang tidak sempurna untukmu, melainkan bagaimana dirimu menyempurnakan Bumi yang tidak sempurna ini”
Selepas kepergianku, akankah kau masih begitu mengharapkan Langit?
Makassar, VII – III – MMIX ; 02.03 am
oleh DICK FROZZY



Tweet This
Digg This
Save to delicious
Stumble it
Penggunaan kampusmerah.web.id adalah untuk kebutuhan informasi yang sifatnya nonprofit terbuka untuk siapa saja.

manusia itu …adalah manusia
kalau dia puas ….
bukan manusia namanya
yang pasti ..jangan mau terjebak oleh angan-angan kosong
kita sering
maksudku ..
kita sering terjebak oleh angan dan bayang akan kebahagiaan yang berasal dari kebendaan …padahal semua itu palsu adanya..semu
hal inilah yang menjadikan kita kecewa ketika harapan kita tidak terlaksana
maka dari itu jangan mau diikat oleh kebendaan duniawi yang tidak kekal adanya